Sunday, December 3, 2006

Frequently Asked Questions (FAQ)

Frequently Asked Questions (FAQ)

1.Apa saja produk keramik di Teapot?

Produk-produk keramik di Teapot Studio mengacu pada bentuk-bentuk yang cukup beragam dengan menekankan pada karakter hand made, yang memadukan antara seni tradisi,modern dan kontemporer.Teapot studio memproduksi keramik dengan seri terbatas,yang diperuntukkan untuk para kolektor dan pecinta keramik.Teapot juga melayani pemesanan untuk berbagai kebutuhan perlengkapan property spa,hotel, restoran,rumah tinggal, ,aksesoris, souvenir dan give/kado.

2.Apa kegiatan dan aktifitas Teapot?

sudah dirintis sejak teapot berdiri tahun 2001, berawal dari studio mini yang hanya memfasilitasi untuk kebutuhan berkarya dan melakukan eksplorasi bahan, sampai melakukan pelatihan dan kursus keramik,di beberapa tempat di jogja, seperti kafe juga sekolah-sekolah, kegiatan terus berkembang pada pengenalan dan penyuluhan pada masyarakat juga pengembangan disain keramik di desa pengrajin keramik Pundong dan Kasongann Yogyakarta. Aktif mengikuti pameran yang diselenggarakan di Jogja, Jakarta, Bandung,dan Bali.Bekerjasama dengan beberapa lembaga terkait sebagai bentuk dari pengenalan tradisi keramik di masyarakat.

3.Apa saja fasilitas yang ada di Teapot?

* Teapot memiliki ruang pajang dan ruang produksi yang nyaman.
* Tungku Pembakaran keramik berbahan bakar gas.
* Alat pengolah tanah listrik
* Meja putar manual untuk membantu pembentukan
* Kompresor untuk alat bantu finishing dan pewarnaan
* Mesin Bur dan beberapa alat teknik pendukung lainnya.
* Bahan baku tanah liat dan glasir
*Teapot memiliki perpustakaan mini budaya keramik

4.Bagaimana cara ikut kursus keramik?

Teapot membuka kursus keramik untuk umum. Bagi yang berminat untuk membuat keramik dan merasakan bagaimana membuat sesuatu yang special dan unik dari tanah liat yang dapat diberikan kepada orang yang special atau buat dikoleksi sendiri maka Teapot Studio memfasilitasinya.

Kelas kursus keramik yang ditawarkan di Teapot Studio terdiri dari beberapa paket. Paket White Clay (paket Umum untuk pemula) Waktu 2 kali pertemuan dalam satu minggu, yaitu :


-Senin dan Kamis
-Selasa dan Jumat
-Rabu dan Sabtu

Dibuka
kelas pagi, jam 9.30-11.30 dan
Kelas siang ,jam 13.30-15.30

·Fasilitas

-Tanah liat olahan sebagai bahan utama membuat keramik.
- Glasir sebagai pewarna dan finishing akhir
- Alat Bantu dan Cetakan
- Tungku pembakaran dengan bahan bakar gas
- Ruang Studio yang nyaman
- Tenaga pengajar yang berpengalaman.

·Biaya

- Paket White Clay: Rp. 250.000 (2x pertemuan) min 3 orang
-Paket Terakota: pergroup/kelompok min 10 orang max 20 orang Rp.75.000/orang/pertemuan (dapat memilih kelas pembentukan atau pewarnaan)
-Paket Stoneware: 4 x pertemuan Rp. 450.000. min 3 orang (kelas pendalaman dan pengenalan teknik lebih lanjut)
-Paket Ball Clay, Paket lanjutan bagi yang sudah pernah ikut dan ingin mendalami, Rp 100.000/pertemuan.

Bagi Pelajar dan Mahasiswa mendapat discount khusus 25% dari paket yang ditawarkan.


*Teapot Studio juga menjual berbagai material (Alat dan bahan)untuk membuat keramik :

- Tanah liat olahan siap pakai (Stoneware dan porselin)
- Bahan pewarna dan Glazir
- Alat bantu/penunjang pembuatan keramik (Butsir,meja putar,tungku.
- Alat dan bahan lain yang mendukung.

*Teapot juga menyewakan tungku pembakaran keramik

- Pembakaran biscuit (800˚C) Rp. 150.000/tungku komplit (fasilitas tungku,gas dan tenaga
oprasional) waktu 6 jam pembakaran.
- Pembakaran Glasir (1050-1150 ˚C) Rp 250.000/tungku komplit (fasilitas tungku, gas dan tenaga oprasional). Waktu 6 – 8 jam pembakaran.
- Atau dengan menghitung ukuran produk atau karya keramik yang akan dibakar ,yaitu per centimeter kubik Rp 50.(panjang x lebar x tinggi x 50)

Visi/Misi

Visi :

- Menjadi situs kajian, edukasi, produksi dan mediasi alternatif budaya keramik.

Misi :

-Melakukan kajian budaya keramik
-Melakukan eksplorasi bahan dan teknik keramik.
-Menyelenggarakan workshop/pelatihan keramik, diskusi perkembangan wacana keramik seni/fungsional dan temu-bincang dengan perupa (artist talk) yang menggunakan media keramik.
-Aktif membuat produksi keramik dengan seri terbatas (limited edition) dan untuk dikoleksi (collectible items).
-Membuat publikasi budaya keramik dalam bentuk newsletter, media online, katalog dan buku yang menginformasikan perkembangan seputar perupa dan studio keramik, budaya dan teknik pembuatan keramik.
-Aktif memamerkan hasil kreatifitas produk keramik fungsional dan keramik kreatif.
-Aktif menjalin jaringan dan kerjasama terbuka dan luas dengan pihak-pihak yang memiliki visi/misi yang serupa dan atau minat yang komplementer mendukung dan memfasilitasi visi Teapot.

Sejarah Teapot

Awalnya adalah sebuah mimpi punya studio keramik atau wadah kegiatan membuat keramik. Dengan menyadari potensi sumber daya alam, dan warisan keahlian yang ada (craftsmanship), mengapa tidak? Ruang, tungku, tempat produksi dan mediasi wacana keramik, itu yang kami bayangkan. Mengapa Keramik? Keramik selain sebuah wadah, juga darinya mengalir 1001 kisah dari masa ke masa, keramik menampilkan cerita bagaimana ia di buat dan digunakan.

Pada tahun 2001, mimpi itu terwujud dengan dibuatnya sosok studio keramik sederhana di daerah Sonosewu Yogyakarta. Studio ini berfungsi untuk memfasilitasi aktivitas saya dan rekan-rekan membuat karya keramik ekspresi, kedua untuk melakukan serangkaian ekperimen glasir, tanah dan bentuk.

Lalu pada awal 2004, dengan resmi kami menamai studio keramik dengan nama “Teapot,_the house of Clay”, sekaligus mengartikan hadirnya sebuah rumah keramik pertama di Indonesia untuk kalangan peminat, pecinta, kolektor dan penggemar keramik.

Pada tahun itu, Teapot, the house of clay memiliki showroom /art shop yang menjual semua produk keramik buatan sendiri. Teapot mengontrak sebuah rumah Joglo Limasan milik salah satu rumah penduduk di perkampungan Jeron Beteng (Kompleks Benteng Dalam) tempat wisata Keraton, Taman Sari. Lokasi yang tak jauh dari Alun-Alun Kidul juga Pasar Burung Ngasem Yogyakarta.

Teapot kemudian pindah pada awal 2006 ini di lokasi bengkel pengecoran patung perunggu pematung Jogja, (Alm.) Bpk. Gardono, yang kini ditangani oleh putrinya yang kini meneruskan tradisi seni patung Ayahnya, Agnes Rita Darani. Lokasi ini berada di tengah pemukiman penduduk.